Archive for the ‘forex’ Category
Sterling Menunggu BOE Untuk Sesi Eropa dan AS
Jakarta, Strategydesk – Pergerakan sterling akan tergantung dengan keputusan BOE, yang mengadakan rapat reguler pertamanya tahun ini. Sementara itu, dollar berhasil rebound terhadap rivalnya menjelang data ketenagakerjaan AS. BOE biasanya enggan untuk mengubah kebijakan moneternya pada Rapat Januari, terutama karena data ekonomi di sekitar Natal cenderung beragam. Selain itu, ada dua faktor lain yang mengindikasikan BOE akan mempertahankan kebijakannya bulan ini. Pertama, program Quantitative Easing (QE) dijadwalkan berakhir pada Februari dan proses selanjutnya adalah mengevaluasi kebijakan ketika program pembelian aset berakhir. Kedua, Laporan Inflasi, yang melampirkan proyeksi ekonomi, juga akan diumumkan ada Februari. Oleh karena itu, BOE kemungkinan tidak akan memutuskan apapun dalam rapat ini. BOE akan mempertahankan suku bunganya di 0,5% dan program pembelian asetnya di 200 miliar pound. BOE juga kemungkinan tidak akan mengeluarkan pernyataan apapun. Kalaupun iya, kemungkinan pandangan yang lebih optimistis mengenai kondisi ekonomi, melihat beberapa data ekonomi akhir-akhir ini. Bila seperti itu, ada peluang bagi sterling untuk mencatat rally terbatas. Melihat masalah ekonomi dan politik yang serius, sterling kemungkinan hanya mampu rally sampai $1,62, untuk kemudian tertekan aksi jual. Namun, bila ternyata BOE kembali melihat ruang baginya untuk menambah program pembelian aset dan menahan suku bunga untuk waktu yang lebih lama, sterling bisa tertekan dan terancam jatuh ke $1,58. Dalam perdagangan hari ini, the cable bergerak di kisaran $1,5933-1,6058. Kejatuhan sterling ini merupakan dampak dari rebound-nya dollar terhadap mata uang utama dunia. Dollar menguat terhadap rivalnya karena aksi ambil untung menjelang data ketenagakerjaan AS. Banyak pelaku pasar yang enggan memegang posisi sebelum even penting seperti data payroll. Data payroll akan menjadi tema pasar besok dan hasilnya akan menentukan pergerakan dollar. Dollar menguat terhadap yen setelah Menteri Keuangan Jepang yang baru, Naoto Kan, mengatakan ia ingin yen melemah dan akan bekerja dengan BOJ untuk mengembalikan yen ke level normal. Dollar menguat terhadap euro menyusul data penjualan ritel Jerman yang mengecewakan. Penjualan ritel negara itu selama Nopember turun 1,1% per bulan dan 2,8% per tahun. Pasar kini menantikan data penjualan ritel dan sentimen ekonomi zona euro. Berbeda dengan lainnya, aussie terlihat mampu bertahan karena data penjualan ritelnya yang positif. Selain itu, kenaikan harga komoditas juga memberi support.