IHSG Rawan Profit Taking
Ini berita pagi ini yang didapatkan.
Jakarta, Strategydesk – Momentum kenaikan IHSG diperkirakan mulai dibatasi oleh aksi profit-taking oleh investor dan spekulan dalam kondisi IHSG mengalami kenaikan yang signifikan dalam 9 hari perdagangan terakhir yang baru saja mencapai level tertinggi sejak Maret 2008 di 2.622,116 kemarin. Kondisi pasar yang overbought dan sebagian dari saham unggulan terlihat memiliki valuasi yang lebih mahal dibandingkan saham lainnya, mendorong aksi profit-taking menjelang rilisan sejumlah data ekonomi penting global, guna mencari petunjuk dari proses pemulihan ekonomi global. Keputusan BI untuk menahan suku bunga di 6,50%, karena belum melihat potensi inflasi di semester 1-2010 dan suku bunga saat ini masih kondusif dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendorong intermediasi perbankan, seharusnya memberikan sentimen positif kepada saham domestik. Bank Indonesia juga melaporkan berita positif dari laporan cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2009 mencapai US$ 66,1 miliar atau setara 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kinerja saham grup Bakrie diperkirakan masih memberikan support dan menahan potensi koreksi IHSG. Review : Investor melakukan aksi profit taking di sejumlah saham unggulan yang telah menguat tajam sejak awal pekan ini, di tengah kekhawatiran mahalnya valuasi saham domestik dan rally selama 8 sesi perdagangan terakhir, diikuti tidak adanya kejutan dari hasil keputusan suku bunga Bank Indonesia kemarin. Aksi profit taking yang terjadi di saham grup Astra (ASII, AALI, UNTR), PT Telkom Tbk (TLKM), perbankan (BMRI, BBRI, BBCA), membebani kinerja IHSG, kendati masih disupport oleh kinerja saham grup Bakrie yang mengalami kenaikan, menjelang RUPSLB PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hari ini. Kinerja IHSG kontras dengan kinerja mayoritas indeks saham Asia kemarin yang mengacuhkan penurunan tipis indeks saham DJIA. Laju penguatan rupiah terhadap dolar (penutupan di Rp 9,255), ikut memberikan support kepada IHSG. IHSG terkoreksi tipis –1,98 poin (-0,08%), di 2.603,297, transaksi tercatat Rp 5,14 triliun. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 644 miliar dibandingkan net buy Rp 617,9 miliar (05/01/2010) sehingga total net buy Rp 1,713 triliun di awal pekan ini. Indeks saham MSCI Asia Pasific masih melanjutkan ke level tertinggi 16-bulan dan mendorong indeks mengalami kenaikan selama 4 sesi perdagangan berturut-turut, karena lebih tingginya penjualan Toyota Motor Corp dan Nintendo Co, memicu optimisme permintaan di ekonomi AS mulai pulih. Indeks MSCI Asia Pasific menguat 0,4% menjadi 124,13, menguat 3,6% dalam 4 sesi terakhir. Indeks Nikkei 225 menguat 0,5% setelah Kyodo News melaporkan pemnerintah akan menerima mundurnya Menteri Keuangan Hirohisa Fujii yang saat ini berada dalam kondisi sakit. Indeks Taiex Taiwan menguat 1,4%, Hong Kong menguat 0,6%, Kospi Korea menguat 0,9%. Ulasan Tekanikal (klik grafik untuk memperbesar) IHSG menunjukkan signal negatif dari pola candle doji (indikasi bearish reversal minor), didukung oleh ADX & stochastic trending up (strong momentum), MACD bullish, seharusnya membatasi potensi koreksi di pekan ini dan menopang kinerja bullish IHSG. Hitungan EW: proses wave impulse 3/5 mendorong perkiraan maksimal target minor berada di projection 100.0% di 2.629 bahkan jika extend di fibonacci retracement 138,2% di 2.680. Berdasarkan Analisa Gann Square, IHSG dapat mencapai target 3.150 selama bertahan di atas support line 2.390 hingga akhir Maret bahkan mencapai target 3.800 di bulan Juni jika bertahan diatas support line 2.850. Bilamana gagal ditutup di atas support target 1.500/1.800 di H2 2010. Hold buy breakout 2.561, target 2.630, stop di 2.565. Resistance : 2638.78/2629.91/2621.04/2612.71. PP 2604.37 Support : 2595.50/2586.63/2578.30/2569.97