Pilihan Saham BNBR Hari Ini

Setelah kemarin saham Bakrie, BNBR, melonjak cukup tinggi di sesi kedua, hari ada kecenderungan menurun kembali di bawah 90. Hal ini bisa dianggap wajar sebagai akibat profit taking dari perdagangan kemarin setelah adanya penguatan yang cukup signifikan. Dari berita yang ada BNBR ini masih menjadi salah satu saham pilihan untuk dibeli. Target kisaran dalam minggu ini antara 90-100.

Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada dimana ada momentum balik, maka penurunan harga ini bisa menjadi momen beli untuk saham BNBR ini. Saham lain yang dinilai layak untuk dibeli adalah PGAS dan SGRO. Pada saat blog ini ditulis, posisi BNBR pada kisaran 87/88 untuk bid dan ask-nya. Menjelang penutupan sesi pertama ini memungkinkan untuk menjadi waktu yang tepat untuk membeli untuk antisipasi kenaikan di sesi kedua nanti.

Get Money Online As Easy As Flip Your Hand

I see a chance to get money from internet. I found that link from Google Ads that appear on my Google search result. This give you a chance to get money online easily by guessing head or tail. The site using Liberty Reserve as their payment processor. You can get your LR account first before play in case you don’t have it yet.

After create Liberty Reserve account, you can go to here to get a chance to win the money. I’ve got tips for another website to be better chance to get profit for this game. You have to put your money doubled for your last money that you loose. Based on their calculation your chance to win is 100% in total. Now, if you want you can start your own luck to get money online from internet.

Prediksi Saham BNBR

Saham dari grup Bakrie memang sangat fluktuatif. Satu saat bisa turun tajam namun di saat yang lain bisa naik tajam. Hal itu kadang sulit untuk terprediksikan. Sewaktu membaca banyak rumor dan analisis bahwa harganya akan naik tinggi tetapi setelah dibeli justru turun terus. Hal itu terjadi minggu yang lalu.

Di awal pekan sekaligus di awal bulan ini saham grup Bakrie, BNBR kembali membuat kejutan pasar ketika dalam sesi perdagangan kedua melonjak hingga 8%. Sungguh suatu kenaikan yang cukup tajam. Hal ini masih masuk dalam beberapa analisa yang mem-prediksi-kan saham grup Bakrie ini masih potensial untuk dikoleksi. Target salah satu analis pasar, BNBR akan mencapai harga kisaran 120an dalam kuartal pertama tahun ini. Selain BNBR, saham grup Bakrie lainnya juga memiliki potensi yang kuat untuk peningkatan tajam. Sepertinya patut dicermati untuk beberapa hari ke depan untuk BUMI dan juga ELTY.

Kondisi Saham Hari Ini

Menjelang bursa saham IDX Jakarta yang akan buka sebentar lagi, maka ini saatnya untuk mulai mencermati keadaan pasar. Dalam beberapa hari ini sudah menunggu pergerakan BUMI untuk melonjak naik sesuai target dari beberapa analis. Sayangnya, melihat berita hari ini sepertinya BUMI belum mendapatkan sentimen yang cukup besar untuk mendorong kuat harga BUMI.

Kondisi dalam beberapa hari ini BUMI cenderung lemah, walaupun sempat 2 hari yang lalu bergerak dalam range yang cukup lebar walaupun tidak terlalu besar. Mungkin jika BUMI masih mengalami pelemahan hingga 2400 akan memberikan sinyal beli yang cukup, atau mungkin malah kembali ke level 2200, yang mungkin masih sangat kecil kemungkinannya menimbang banyaknya analis yang optimis untuk BUMI bisa berada pad level 3000 minimal. Perkiraannya BUMI masih akan terus menguat selama tidak ada masalah seperti berita penggelapan pajak yang lalu mencuat lebih serius lagi.

Sementara menunggu dan hold BUMI maka saham yang menjadi perhatian berada di ANTM, ADRO, CTRA dan juga BNBR yang juga sedang ditunggu kenaikannya. Target dari seorang analis yang kemarin dibaca BNBR bisa mencapai kisaran 120an di akhir bulan ini.

Berita Bursa Saham Hari Ini

Setelah beberapa hari tidak posting di blog ini, akhirnya sekarang posting juga. Kali ini tidak hanya mengambil berita dari satu sumber namun dari apa yang didapat dari beberapa sumber dan juga apa yang ditransaksikan sendiri dalam beberapa waktu ini.

Dengan dana yang terbatas, minggu lalu akhirnya menginvestasikan hasil penjualan Saham sebelumnya di BNBR dan TINS. Melihat pergerakan harga yang tinggi dari CTRA dan ADRO membuat tergoda untuk ikut membelinya setelah beberapa hari sudah bid tapi tidak dapat juga. Tampaknya masih kurang tepat posisi ketika membeli di hari Kamis yang lalu. Harga saham CTRA, ADRO, dan ANTM terus turun mulai dari kamis hingga hari ini, hanya berfluktuasi sedikit dan cenderung turun dibandingkan Kamis minggu lalu. Alhasil seminggu ini hampir tidak ada transaksi pribadi.

Dalam kondisi ketiga saham tersebut yang masih di bawah harga beli maka terpaksa untuk ditahan mengingat potensi naik untuk saham-saham tersebut masih cukup kuat. Siang hari ini akhirnya melepas saham BBTN yang sudah sempat ditahan beberapa hari. Untungnya melepas pada saat yang cukup tepat diman dengan melihat kondisi saat berencana menjualnya pada kisaran 960/970 ternyata pada saat akan menjual ada pada kisaran 990 dan akhirnya berhasil menjual pda harga tersebut.

Hasil penjualan tersebut langsung dipesankan untuk beli BNBR di harga 87. Pembelian BNBR ini berdasarkan beberapa berita dari beberapa analis yang menyebutkan target harga BNBR akan berasa pada kisaran 125 pada akhir Januari ini. Berharap saja tidak tambah turun lagi, dan target harga bisa segera terealisasi. Saat ini juga sedang menunggu BUMI untuk naik ke level 3000+. Saham lainnya yang menjadi target adalah TINS, ANTM, ADRO, dan CTRA.

Sterling Menunggu BOE Untuk Sesi Eropa dan AS

Jakarta, Strategydesk – Pergerakan sterling akan tergantung dengan keputusan BOE, yang mengadakan rapat reguler pertamanya tahun ini. Sementara itu, dollar berhasil rebound terhadap rivalnya menjelang data ketenagakerjaan AS. BOE biasanya enggan untuk mengubah kebijakan moneternya pada Rapat Januari, terutama karena data ekonomi di sekitar Natal cenderung beragam.   Selain itu, ada dua faktor lain yang mengindikasikan BOE akan mempertahankan kebijakannya bulan ini. Pertama, program Quantitative Easing (QE) dijadwalkan berakhir pada Februari dan proses selanjutnya adalah mengevaluasi kebijakan ketika program pembelian aset berakhir. Kedua, Laporan Inflasi, yang melampirkan proyeksi ekonomi, juga akan diumumkan ada Februari. Oleh karena itu, BOE kemungkinan tidak akan memutuskan apapun dalam rapat ini. BOE akan mempertahankan suku bunganya di 0,5% dan program pembelian asetnya di 200 miliar pound. BOE juga kemungkinan tidak akan mengeluarkan pernyataan apapun. Kalaupun iya, kemungkinan pandangan yang lebih optimistis mengenai kondisi ekonomi, melihat beberapa data ekonomi akhir-akhir ini. Bila seperti itu, ada peluang bagi sterling untuk mencatat rally terbatas. Melihat masalah ekonomi dan politik yang serius, sterling kemungkinan hanya mampu rally sampai $1,62, untuk kemudian tertekan aksi jual. Namun, bila ternyata BOE kembali melihat ruang baginya untuk menambah program pembelian aset dan menahan suku bunga untuk waktu yang lebih lama, sterling bisa tertekan dan terancam jatuh ke $1,58. Dalam perdagangan hari ini, the cable bergerak di kisaran $1,5933-1,6058. Kejatuhan sterling ini merupakan dampak dari rebound-nya dollar terhadap mata uang utama dunia. Dollar menguat terhadap rivalnya karena aksi ambil untung menjelang data ketenagakerjaan AS. Banyak pelaku pasar yang enggan memegang posisi sebelum even penting seperti data payroll. Data payroll akan menjadi tema pasar besok dan hasilnya akan menentukan pergerakan dollar. Dollar menguat terhadap yen setelah Menteri Keuangan Jepang yang baru, Naoto Kan, mengatakan ia ingin yen melemah dan akan bekerja dengan BOJ untuk mengembalikan yen ke level normal. Dollar menguat terhadap euro menyusul data penjualan ritel Jerman yang mengecewakan. Penjualan ritel negara itu selama Nopember turun 1,1% per bulan dan 2,8% per tahun. Pasar kini menantikan data penjualan ritel dan sentimen ekonomi zona euro. Berbeda dengan lainnya, aussie terlihat mampu bertahan karena data penjualan ritelnya yang positif. Selain itu, kenaikan harga komoditas juga memberi support.

Harga Emas Melonjak

Jakarta, Strategydesk – Setelah menggapai level tertinngi tiga minggunya kemarin, emas sedikit terkoreksi pada hari ini, dimana pelaku pasar mengantipasi rilisan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada minggu ini. Indikator ekonomi AS telah menunujukkan adanya perbaikan, namun lapangan kerja masih menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan mata uang dan dollar. Emas spot naik di $1.140.20 kemarin, menguat 4% di awal tahun ini, didukung oleh arus investasi awal tahun. Selain itu penguatan mata uang Asia atas dollar telah memberi dorongan minat beli bagi kawasan regional lainnya. Emas diperkirakan bisa mencapai level $1.500 di tahun ini karena kekhawtiran mengenai inflasi mendorong investor untuk membeli. Selain itu, cerahnya prospek ekonomi China berarti permintaan di negara itu kemungkinkan akan tinggi. Fokus pasar berikutnyaadalah data ketenagakerjaan AS, yang akan dirilis besok malam. Bila kondisi ketenagakerjaan AS membaik, bisa menjadi sinyal pemulihan permintaan dan ekonomi. Bila sebaliknya, maka pelaku pasar akan menarik dananya. Namun perlu diwaspadai kemungkinan data payroll itu akan mengangkat dollar, yang tentu saja bisa berdampak buruk ke emas. Sementara itu, cadangan emas di SPDR Gold Trust mengalami penurunan sebesar 4,876 ton, atau 0,4% menjadi 1.123,869 pada 6 Januari. Dari kajian teknikal, pola long white candlestick yang terbentuk kemarin menunjukkan bahwa buyer kembali menguasai perdagangan. Pola tersebut sekaligus menjadi inidikasi adanya bullish continuation. Indikator RSI masih menunjukkan uptrend, sementara stochastic mulai menunjukkan overbought, memberikan ruang bagi adanya koreksi. Harga telah berhasil ditutup di atas level support-nya di 1125 (sebelumnya resistance), jika level tersebut mampu dipertahankan, maka penguatan emas bisa berlanjut untuk menguji resistance kuatnya di 1156.25. Strategi:

Pencarian
Kalender
February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Links